Harusnya Kita Bercermin Pada Mereka

Tak Ada Kursi, Murid Belajar Sambil Berdiri



Liputan6.com, Kupang: Siswa SD Dusun Dendeng, Desa Noelbaki, Kupang, Nusa Tenggara Timur, sejak enam bulan terakhir terpaksa belajar sambil berdiri. Pasalnya, tak ada satupun bangku untuk diduduki. Meski keadaan memprihatinkan, mereka tetap semangat untuk belajar selama tiga jam sehari. Namun, jika lelah guru mengizinkan untuk beristirahat.

Kehidupan di Dusun Dendeng memang serba sulit. SD Dusun Dendeng berdiri darurat dengan meminjam balai pertemuan desa. Bagaimana tidak, sekolah induk letaknya belasan kilometer dari desa mereka. Sementara para murid rata-rata berjalan kaki dari rumah.

Di Serang, Banten, anak-anak putus sekolah harus menyambung hidup dengan memeras minyak goreng sisa. Uang belasan ribu rupiah yang mereka dapatkan, dipakai untuk menyambung kelangsungan hidup.

Royani alias Eeng, warga Kampung Lebak Sirih, Kelurahan Unyur, Serang, setiap pukul tujuh pagi harus berjalan kaki sekitar tiga kilometer. Bukannya menuju ke sekolah, melainkan Eeng pergi ke Pasar Rau guna memeras minyak goreng sisa. Bersama rekan rekannya, Eeng sudah dua tahun menjalani aktivitas itu.

Setiap hari Eeng mendapatkan sekitar tiga liter minyak goreng curah. Selanjutnya minyak tersebut dijual kembali dengan harga Rp 15 ribu. Eeng melakukan pekerjaan itu demi menyambung kelangsungan hidup. Aktivitas tersebut terpaksa Een lakukan karena kedua orangtuanya sudah tiada. Ia kini hanya tinggal dengan nenek dan seorang adiknya yang masih duduk di kelas tiga Sekolah Dasar.(UPI/Tim Liputan 6 SCTV)

05/12/2008 13:43 - Pendidikan, sumber : www.liputan6.com

5 komentar:

  1. ikutan sedih juga ya , klo liat nasib mereka......
    mudah2an semua yang habis baca ni artikel kebuka hatinya amien.....

    BalasHapus
  2. wah...dikala gedung DPR menghabiskan dana milyaran rupiah untuk merenovasi gedungnya
    ternyata di sebuah tempat terpencil di kota Kupang
    masih terdapat hal yang seperti demikian.
    Padahal bukankah Pendidikn adalah hak masyarakat Indonesia.Tetapi bagaiman mereka mau menuntut hak..
    gedungs ekolah aja kondisinya kayak gitu.Sedangkan di sana wakil rakyat mereka sedang menikmati gedung bertingkat dan Ruang ber AC.Mungkin Toilet mereka pun lebih bagus dari gedung sekolah di daerah terpencil di kota Kupang itu..

    Semoga artikel ini dapat memperbaiki nasib saudara-saudara kita di daerah Dusun Dendeng, Desa Noelbaki, Kupang

    Btw salam kenal ya...
    mampir ke bloggku..
    thanks

    BalasHapus
  3. sedih juga kalo liat ini
    sementara orang2 mampu spt nya nggak peduli
    untuk membantu

    menjelang akhir thn begini
    shopping centre penuh
    seperti nggak ada krisis

    di tempat yg lain
    anak2 memeras keringat
    untuk menyambung hidup

    perbedaan taraf hidup semakin jauh
    kesenjangan sosial semakin tinggi

    BalasHapus
  4. tragis banget negeri ini............
    negeri yang orang bilang "kolamnya aja kolam susu" tp mereka tidak pernah ngerasain itu, saatnya kita buka mata lebar2 untuk negri ini....cayoooo

    BalasHapus

Trims Buat Yang Sudah Komen di Kanvas Curahan Matahari - Dhe ^_^

Sahabat Matahari

Utak Atik by Dhe