Ayah...



Sajak kusenandungkan
Terlukis kata dari pena lusuhku
Hanya 'tuk mengukir bayangku tentang kerut demi kerut di wajahmu..


Kau bukan cendikiawan
Bukan pula pendidik nyata bak bunda
Tapi terpahat arti hidup | lahirku ke dunia | beharganya aku bagimu
Lewat ucapanmu yang sesekali
Lewat lakumu yang tak seberapa

Malam tadi kau tiba
Beranjak kembali dari letihmu sebagai buruh jasa angkutan
Dengan butir-butir peluh dahimu
Kau senyum..
Begitu beratkah menyupir kendaraan roda empat itu, Ayah??
Hanya' tuk beri nafkah dan dekap kami dalam buaimu..

Aku bangga miliki kau, Ayah

14 komentar:

  1. huaaaaaa... jadi kangen papa nun jauh disana!! eh ga jauh dink, cuma 5 jam dari Medan :D

    BalasHapus
  2. duh...nangis nih. sedih..tapi ayah memang begitu. pengorbanan dan perjuangannya luar biasa demi keluarga ya.

    BalasHapus
  3. Perjuangan seorang Ayah.... luar biasa

    BalasHapus
  4. boleh juga puisinya.. boleh di kopas ga nih he..he.. ;))

    BalasHapus
  5. :(( sering berselisih pendapat ma bapak jadinya brantem dah tapi aku tetap sayang dan cinta pastinya ma beliau, i love you deh pokonya:X

    BalasHapus
  6. iih jadi kangen hehe...bokap di lampung, klo dari bandung sini 10jam..lamaaaa....

    BalasHapus
  7. :(( jadi kangen sama ayah. Padahal kalau deket sering berantem ....

    BalasHapus
  8. Terdengar Melowwwww :(( Tapi Puisi yg Bagus. Ternyata bisa nulis puisi ya? kirain cuma memandang cermin aja :))

    BalasHapus
  9. Ayah ..
    Peluhmu terlihat lisih ketika kau pulang
    Lelahmu terlilat sembilu ketika kau terduduk
    Kantukmu terlihat menggunung ketika kau rebahan
    Mimpimu terlihat menyejukkan ketika kau terlelap

    Ayah ..
    Tak terasa perjuanganmu yang panjang dan keras
    Tak terlihat keluh kesah itu bergumam di bibir penuh ketegaran
    Tak kuasa melarikan diri dari terik matahari yang berteriak memilukan
    Tak mampu menolak gejolak kerinduan ketika memeluk kami yang masih kecil ini

    Ayah ..
    Bahumu adalah syurga bagi tangan tangan yang kau perjuangkan
    Langkah langkah kaki itu, adalah jalan jalan syahid yang membukakan kemudahanmu
    Suara suara penyemangat itu, adalah detak jantung siapapun yang serukan untuk maju
    Pegangan erat tangan itu, adalah kekuatanku untuk menjamin masa tuamu yang tak lagi letih dengan jerih payah

    Ayah ..
    Tanpa kalimat kalimat bijakmu, aku tak mungkin berdiri
    Tanpa deru debu yang kau pertaruhkan, aku tak mungkin bisa berjuang
    Tanpa waktu waktu yang kau gariskan, aku tak mungkin bisa memetik bintang untukmu

    Karena Ayah, dunia berputar lebih baik adanya ..

    BalasHapus
  10. Ayah,
    kau adalah
    puisiku yang terindah

    BalasHapus
  11. jd teringat lg sama ayah qu......:(( kk dHe pinter buat puisi ya......

    BalasHapus

Trims Buat Yang Sudah Komen di Kanvas Curahan Matahari - Dhe ^_^

Sahabat Matahari

Utak Atik by Dhe