Setiap Hari Adalah Hari Bumi, Bisa??

Terlepas dari semangat Hari Bumi yang diawali pada tahun 1970, di mana Senator Amerika Serikat, Gaylord Nelson lewat aksi nasionalnya mengkampanyekan penyelematan lingkungan hidup yang kemudian melahirkan banyak komunitas-komunitas pejuang lingkungan hidup dan diperingati setiap tahunnya oleh hampir semua negara di dunia. Pun PBB yang memperingati hari bumi setiap 20 Maret berdasarkan tradisi yang dicanangkan oleh aktivis perdamaian John Mc Connel pada tahun 1969, sebenarnya setiap hari kita bisa melakukan pengamatan tentang bumi, pemeliharaan atau hanya sekedar menghargai lingkungan sekitar dari hal-hal yang merusak bumi tanpa harus menunggu tanggal 22 April atau 20 Maret.

Alangkah indahnya jika kita menanamkan ingatan bahwa setiap hari adalah hari bumi, hari dimana kita  hidup di bumi dengan bisa bernafas lega sebelum. Tak ada polusi, tak ada panas yang terasa sangat tidak alami -meskipun sekarang kenyataannya berbanding terbalik-, pastinya diiringi tindakan-tindakan kecil seperti membuang sampah pada tempatnya, bukan pada semak belukar kosong yang tak ada penghuninya ya atau selokan kosong yang biasa jadi tempat main anak-anak, mematikan lampu di ruangan yang tak terpakai bisa mengurangi energi panas yang dirasakan tubuh kita lho!, serta menggunakan alat ramah lingkungan dalam menangkap ikan sehingga tidak banyak ikan yang mati sia-sia dan tidak bisa dikosumsi,

Atau bisa juga dengan berkebun di depan rumah, tak ada lahan tanah? tenang.. kan ada pot, bahkan untuk menanam buah pun sekarang sudah ada sistem Tabulampot*. Dan masih banyak cara lainnya yang bisa dilakukan untuk membuat bumi kita bertahan dari kerusakan, mewariskan oksigen segar untuk anak cucu kita bernafas, serta membunuh kata-kata pasrah penduduk bumi yang malas : "ya... namanya juga bumi sudah tua".



"Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (keni`matan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan." (QS. al-Qashash (28) : 77)

Sumber :
Mr. Wikipedia ;)
Berita Lingkungan
Terangi.or.id


16 komentar:

  1. Sudah bagus Des, mungkin tanda baca atau eyd yang perlu dipelajari lagi. Lainnya gk ada masalah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kunjungan balik iniiiii
      Wah, rupanya kenal sama ubai yak
      Btw, salam kenal yak ;)

      Hapus
  2. waduh dirumahku masih sedikit tanamannya nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. ditambah rumput alang-alang aja mbak. cepet loh tumbuhnya

      Hapus
  3. Saya tadi pagi menanam bunga mawar Mbk. Walau hal ini sepele namun pasti nanti ada gunanya. Hari bumi membuat saya kembali sadar bahwa ekologi lingkungan saya sangat baik untuk ditanami. Dan kenapa gak dirawat sedari sekarang? Eman-eman kan...

    BalasHapus
  4. Kalo lagi pergi dan nggak ada tempat sampah, saya buang dulu ke tas ransel saya. Tentu sampahnya sampah kering. Tapi pas udah di rumah, saya suka lupa mengeluarkan sampah yang ada di tas. Tas saya jadi beneran kayak tempat sampah deh ckck he...

    BalasHapus
  5. keren dc... di rumah kami ada pohon lecy 2 batang, mangga 1 batang, pisang 4 batang, rambutan 1 batang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. dc.. kok ga dibalas.. hmmmm ni ti haiiiii

      Hapus
  6. alhamdulillah... di rumah sdh ada bbrp pohon n tanaman lain... tapiii...suka ga kerawat krna pulang sore udah capek..hiks...

    BalasHapus
  7. Tidak hanya Tuhan yang mungkin tidak suka dengan perilaku manusia yang membuat sampah di semak belukar atau pepohonan, tapi mungkin juga jin atau penghuni yang lain tidak menyukai. Jadi manakala terjadi bencana alam seperti banjir atau tanah longsor bisa jadi kita mendapatkan laknat dari Tuhan dan Jin yang merasa terusik

    BalasHapus
  8. Melatinya juga sudah banyak pasti akan makin indah.
    Bunga itu akan jauh lebih indah jika bergerombol kan ya?

    BalasHapus
  9. pasti bisa kalo memang niat..apa kabar jeng?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe.. Alhamdulillah kabar baek Fan sampe bisa posting lagi setelah hampir setahun hiatus :D

      Hapus
  10. Mungkin aku termasuk orang yang belum mencintai bumi Mbak Dhe.. Walaupun aku bukan orang yang suka buang sampah sembarangan tapi sampai sekarang aku belum juga berhasil menanam pohon.. ujung-ujungnya pasti mati hehe..

    BalasHapus
  11. isteri saya tuh yang lagi seneng banget sama tabulampot. tanaman buah apa aja dibeli lalu ditanam di pot. hasilnya tetep kurus tuh pohon, hehe.

    BalasHapus
  12. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus

Trims Buat Yang Sudah Komen di Kanvas Curahan Matahari - Dhe ^_^

Sahabat Matahari

Utak Atik by Dhe