Pakaian Adat ala Ibuku di Setiap Hari Kartini

Selamat Hari Kartini untuk semua perempuan di dunia
Semoga tak ada lagi kasus-kasus kekerasan perempuan atau yang terjadi seperti yang sedang marak akhir-akhir ini.

Hari ini seperti biasa kami melewati dua sekolah swasta saat berangkat kerja. Berbeda dari hari biasanya, jalanan utama dekat sekolah itu diramaikan oleh murid-murid sekolah yang berpakaian adat dan kostum lain yang lucu-lucu, tak ketinggalan orang tua mereka yang sibuk foto-foto untuk mengabadikan muka imut anak tercintanya. Ya.. sama seperti sekolah-sekolah lainnya,  hari ini sekolah swasta tersebut merayakan hari Kartini setiap 21 April. 

Melihat mereka membuatku kembali mengingat ke jaman kecil, oh.. bukan, bukan jaman kecil saja, bahkan hingga SMA pun aku masih sering mengikuti acara-acara setiap tanggal 21 April tersebut. Yang membuatku sangat rindu dan bahagia bila mengingatnya adalah hampir setiap acara baik pawai ataupun sepeda hias, pakaian yang aku gunakan adalah hasil karya mamak. Pernah suatu kali aku diharuskan menggunakan baju adat Kalimantan oleh guru, entah tahu motif dan model baju tersebut darimana yang pasti pada hari H aku sudah bisa memakai baju kurung hitam yang dihiasi ban warna warni di ujung lengan dan hiasan rambut dengan bulu-bulu yang diambil dari kemoceng bulu ayam di rumah, ini merupakan pakaian terlucu yang pernah aku gunakan, hahahaha. Begitupun saat aku dipasrahi guru untuk memakai baju DKI. Jakarta, beberapa hari sepulang sekolah sebelum hari H, aku selalu melihat mamak begitu sibuk dengan mesin jahitnya, menjahit kebaya putih (kebaya pertama yang dijahitkan mamak untukku) yang harus aku gunakan besoknya. Mulai dari menjahitkan, memakaian hingga menghiasku sampai terlihat persis bocah daerah semuanya dilakukan ibuku.. :D

Begitulah mamak Ris, sebutannya, aku sangat bangga akannya. Aku bangga setiap kali menggunakan pakaian adat yang beliau jahitkan walau kadang sampai sekarang aku masih bingung entah darimana beliau menemukan model dan motif baju tersebut dalam waktu singkat padahal tahun 90-an itu adalah era tanpa internet yang merupakan media praktis seperti saat ini. Walau bukan penjahit profesional, tetapi mamak selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk anaknya. Beliaulah Kartini terhebat dalam hidupku.

Bagaimana dengan sahabat blog? Pakaian adat dari daerah mana saja yang pernah digunakan saat sekolah dulu?

6 komentar:

  1. Dhe, apa kabar .. masih di Denpasar kan ? *komen OOT ... hehehe

    Selamat Hari Kartini ya, pakai baju daerah juga hari ini ? ;-)

    BalasHapus
  2. saat sekolah, saya paling ngeri kalo disuruh pake baju adat. untungnya saya terhindar dari kewajiban memakai kebaya. ya jelaas, wong saya cowoq, hehe..

    BalasHapus
  3. beruntungnya dirimu mbak, ibu saya tidak pernah mau ribet kalau ada acara begituan, cari gampang saja dengan membawa saya ke salon :3

    BalasHapus
  4. Ibunya kreatif bgt mbak..buat sendiri baju kartiniannya...

    BalasHapus
  5. perhatian sekali ibunya dari proses pembuatan sampai menghias wajah ibu yang melakukan.. ibu kartini dalam keluarga yang hebat :D

    BalasHapus
  6. g pernah ikutan acara ini :p

    salut buat dc eeeee

    BalasHapus

Trims Buat Yang Sudah Komen di Kanvas Curahan Matahari - Dhe ^_^

Sahabat Matahari

Utak Atik by Dhe