Ketika Plagiat, Palsu, Replika dan KW Di Sekitar Kita

Beredarnya sinetron-sinetron plagiat dari drama luar negeri di Indonesia telah lama jadi sorotan, entah sudah dapat 'restu' PH yang berwenang ataupun belum, yang pasti sinetron tersebut muncul dengan ide cerita yang sama persis, mirisnya mereka sang pembuat ini menyebutnya dengan 'kreatifitas' (pernah baca di sebuah media berita), kreatif karena bisa meniru yang asli dengan sama persis, mungkin.

Jika dilihat-lihat di sekitar kita, Plagiarisme ini tak hanya terbatas pada sinetron, segala macam kebutuhan hidup seolah didominasi oleh produk KW. Dari mulai jam tangan, tas, gadget, aksesoris, kosmetik sampai makanan pun ada yang palsu. Mungkin menurut mereka, tak masalah ya, toh jumlah produsen dan produk palsunya bejibun, tak mungkin si empunya asli menuntut dan toh mereka juga di luar negeri ini.

Sayangnya ternyata tak cuma produk luar saja yang diplagiat, hasil karya anak negeri Indonesia sendiri pun berani dan tega diplagiat. Adalah tas WebE, Tas asli Indonesia karya Cah Semarang ini salah satu yang menjadi sasaran KW-KW-an.

 Sang Penjual dengan PeDe memasang gambar dari tas yang asli, walau penulisan merknya berbeda tetapi dalam pengucapan tetap sama.

Padahal di situs resmi produk tersebut sudah dibuat warning disertai UU sedemikian rupa.

Parahnya lagi kualitas produk tersebut jauh di bawah kualitas aslinya dan menuai banyak kritikan pembeli, bayangkan jika sang pembeli tersebut menelan mentah-mentah bahwa itu adalah produk asli berdasarkan foto yang ditampilkan tetapi dengan kualitas yang sangat rendah. Sangat mengecewakan bukan? saat kreatifitas anak negeri dibalas dengan image seperti ini.


Tak bisa dipungkiri banyak konsumen yang menginginkan barang berkualitas branded dengan harga miring yang kemudian terjebak di 'pasar KW-KWan', Tetapi alangkah baiknya jika memilah-milah produk tanpa harus terpaku pada merk, banyak juga produk tak berlabel yang awet untuk dipakai bertahun-tahun. Menjadi konsumen bijak dalam membeli barang adalah hal yang utama agar tidak rugi dan menyesal,. Dan semestinya produsen pun harus berani dan PeDe dengan kreatifitasnya sendiri tanpa harus menjiplak.

21 komentar:

  1. Dhe ini di awal kupikir buat lomba. Seriusan ini nulisnya dan tag linknya? Pernah ngalamin atau gimana ini dhe?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seriuslah mba Nunu, hehehe :D
      Dhe belum pernah ngalami, hanya pengen berbagi info aja, mana tau ini bisa dijadikan pelajaran buat yang lain :)

      Hapus
    2. kalo saya ada yang mirip, dia KW saya bukan ya?

      Hapus
  2. Jangankan barang, tulisan di blog saja sering di plagiat, Mbak. Gondok sih tapi apa mau dikata :)

    BalasHapus
  3. banyak yang suka barang kw, mba. kalo ga ada yang suka mungkin ga ada juga yang mau beli. pernah ada temen yang bilang tas kw gituan yang harganya 5 jutaan aja masih banyak yang minat, apalagi yang 200 an rb. ya makanya di batam juga banyak yang jual.

    BalasHapus
  4. Kalau di sini jarang ada barang bajakan begitu Dhe karena hukumnya kuat dan tegak, jadi barang barang bermerk ya memang mahal harganya, maka orang sini pada heran kalau melihat banyak barang barang bermerk di Asia sana yang harganya jauh lebih murah dari harga normalnya.

    BalasHapus
  5. Iya bangettt tuh ... tapi ibu2 masih suka sam tas KW ... ada yg bilang daripada gal bisa punya yang asli, KW jg gak pa2 ... ;)

    Btw kalau gatget yg KW 1 or 2, bagusan mana sama yg second??

    Dhe saya lagi ngerjaiin PR mu nih :D

    BalasHapus
  6. Menyedihkan ya Dhe . orang gak mau susah. Dikiranya itu hal wajar :(

    BalasHapus
  7. Dhe, akhirnya PR dari smu elesai juga ;)
    Mampira ya ... :)

    BalasHapus
  8. emang jaman sekarang banyak barang kualitas ngaku2... apalagi online shop, celah yang sering dimanfaatkan, pernah pengen beli headset via online shop, tapi takut dapet KW, ga bsa dcoba dulu... jadi y offline shop ttep lebih recommended khususnya kalo buat barang pakai... :D

    BalasHapus
  9. bener Mbak. bahkan makanan sejenis kripik pedes yang mulai naik daun pun katanya ada KW-nya. hehe , hebat banget koq memang.

    BalasHapus
  10. menurutku gaya hiduplah yang membuat barang barang KW ini laris manis di pasaran. Mereka yang suka gaya dan matching-in penampilan, perlu tas yang gonta ganti. Dan barang KW adalah 'solusi'.

    BalasHapus
  11. aku gak ngerti kalau tas-tas gitu :)

    BalasHapus
  12. aku paling sebeeel liat barang2 KW bersertifikat whatever itu...lebih baik pakai yang asli barang Indonesia atau unik buatan sendiri daripada palsu...kalau di sini tas-tas itu dipakai bisa disita dan didenda!

    BalasHapus
  13. Kalau ada UU seharusnya bs dituntut yah.. tp mgkn yaa gtu urusannya panjang dan kasian juga banyak korbankan waktu dan uang..

    Sedih juga ya Dhe, karya anak negeri dibajak :-(

    Mudah2an pada sadar deh, makasih utk tulisannya Dhe.. qta tetep hrs saling mengingatkan yaaa..

    BalasHapus
  14. sangking kreatifnya sampai bisa menjiplak, miris.
    mbak, lapor....awardnya sudah nampang di blog imut-imutku. :D

    BalasHapus
  15. Ini kreatifnya orang Indonesia ya, tapi yang negatifnya ....

    BalasHapus
  16. pdhl setau sy yg menjual barang kw bisa kena hukum, lho

    BalasHapus
  17. Bukan hanya itu, budaya batik kita pun banyak KW-nya. Batik dikatakan asli jika proses pewarnaanya menggunakan lilin dan dikerjakan dengan tangan. Sekarang yang terjadi batik diproduksi besar2an dengan mesin atau dengan teknik sablon. Hasilnya disebut sebagai "KAIN TEKSTIL BERMOTIF BATIK". Jadi bukan batik asli lagi. Lebih gila lagi ternyata indonesia juga mengimpor tekstil motif batik ini dari cina sampai puluhan ton. Lama lama budaya batik kita akan habis dengan ulah orang orang serakah ini.

    BalasHapus
  18. iya mbak banyak sekali barang kw,mungkin karena peminatnya bejibun jadi barang kw ini makin merajalela

    BalasHapus
  19. waduh harus waspada .. ya resiko belanja online

    BalasHapus

Trims Buat Yang Sudah Komen di Kanvas Curahan Matahari - Dhe ^_^

Sahabat Matahari

Utak Atik by Dhe